

- 09 Des 2024 21.32 WIB
Terdapat 1 Artikel Kesehatan Digital
Di tengah kemajuan teknologi dan kemudahan akses internet, dunia digital kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita. Segala sesuatu, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga hiburan, kini berada dalam genggaman dan dapat diakses hanya dengan beberapa kali klik. Akan tetapi, di balik segala kemudahan ini, muncul tantangan baru yang perlu diwaspadai, yaitu fenomena cyberbullying.
|
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tengah mengambil langkah maju dalam mengadopsi teknologi blockchain melalui proyek percontohan yang sedang dikembangkan. Teknologi blockchain, yang telah menjadi tren dalam berbagai sektor keuangan digital, memberikan mekanisme basis data yang lebih transparan dan aman, memungkinkan berbagi informasi di dalam jaringan bisnis dengan lebih efektif.
|
Di era digital, "brain rot" menjadi fenomena baru yang mengancam perkembangan anak. Istilah ini menggambarkan dampak negatif dari konsumsi media sosial berlebihan, seperti penurunan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Orangtua perlu memahami bahaya ini dan mengambil langkah pencegahan agar anak tetap berkembang secara optimal.
Jejak digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan online. Saat menjelajahi internet, mengirim email, menggunakan media sosial, atau mendaftar di berbagai situs, jejak digital kita terbentuk. Namun, adanya jejak digital juga membawa risiko privasi yang perlu diperhatikan.
|
Australia baru saja memberlakukan undang-undang yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial, termasuk TikTok dan Instagram. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak dari dampak negatif seperti kecanduan layar dan cyberbullying. Jika aturan serupa diterapkan di Indonesia, akankah hal ini memberikan manfaat yang sama atau menghadapi tantangan unik sesuai budaya dan kondisi lokal?
Di era digital yang terus berkembang, bayang-bayang kejahatan siber seperti session hijacking menjadi ancaman serius bagi bisnis dan pengguna internet. Serangan ini dapat mengakibatkan kerugian besar jika menimpa website atau aplikasi, terutama karena data pribadi seseorang lebih mudah dicuri dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Setiap tahunnya, ratusan ribu kasus pembajakan sesi terjadi, menandakan betapa rentannya informasi pribadi di dunia maya.
|
Serangan siber melalui aplikasi di telepon seluler mengalami lonjakan yang signifikan. Selain itu, peretasan juga merambah infrastruktur komputasi awan (cloud) dengan berbagai skema yang semakin canggih. Bahkan, penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh para hacker semakin mempersulit deteksi serangan dan mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam setiap serangan.
Di era digital ini, berbagai aktivitas online semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, dibalik kemudahan akses informasi dan komunikasi, terdapat pula risiko cyberbullying yang mengancam kenyamanan dan privasi. Salah satu bentuk cyberbullying yang marak terjadi adalah doxxing. Mungkin sebagian dari kita belum begitu akrab dengan istilah ini, namun dampak doxxing bisa sangat merugikan bagi korban.
Bertransaksi online adalah solusi praktis di era digital, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan ekstra untuk menghindari risiko kejahatan siber. Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda bisa menikmati kemudahan transaksi online tanpa khawatir kehilangan data atau uang Anda.
Selalu ingat, keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jangan ragu untuk membagikan tips ini kepada teman dan keluarga agar mereka juga terhindar dari risiko transaksi online yang tidak aman. Mari kita jadikan internet tempat yang lebih aman untuk semua.
|
Serangan siber diprediksi semakin masif di 2025, didukung teknologi canggih seperti AI. Ancaman seperti phishing akan lebih sulit dideteksi, menuntut peningkatan literasi digital. Alex Budiyanto menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, komunitas, dan vendor teknologi untuk melindungi masyarakat dari risiko siber, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya keamanan di dunia digital.
Di era digital, gadget telah menjadi bagian hidup anak-anak. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan dampak buruk, seperti gangguan kesehatan, emosi, hingga prestasi akademik. Orang tua perlu langkah tepat untuk mengatasi kecanduan ini, mulai dari menetapkan batas waktu hingga menciptakan rutinitas tanpa gadget. Simak cara efektif membantu anak seimbang antara dunia digital dan interaksi nyata.
|
Kemenkominfo dukung internet of medical things (IoMT) sebagai solusi untuk percepatan layanan kesehatan digital bagi masyarakat Indonesia di era pandemi.